30 Tahun Bersama Indonesia, Samsung Terus Dorong Inovasi dan Pemberdayaan Anak Muda

30 Tahun Bersama Samsung. (Foto: Istimewa)

1. Galaxy A26 5G – 40,3% (tertinggi di lini Samsung tahun ini)
2. ⁠Galaxy A56 5G & Galaxy A36 5G – 39,6%
3. ⁠Galaxy S25 Series – 37,5%

Komitmen Samsung dalam manufaktur tidak hanya mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, tetapi juga menciptakan lebih dari 11 ribu lapangan kerja di Indonesia, mencakup bidang manufaktur, riset dan pengembangan, hingga layanan purna jual.

Samsung Research Institute Indonesia (SRIN): Inovasi Digital dari Anak Bangsa

Samsung tidak hanya berinvestasi dalam manufaktur, tetapi juga dalam pengembangan inovasi digital. Sejak didirikannya Samsung Research Institute Indonesia (SRIN) pada 2012, Samsung telah membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan aplikasi dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna Indonesia.

SRIN berfokus pada bidang kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), cloud computing, dan 5G. Selama lebih dari satu dekade, tim peneliti dan pengembang di SRIN telah menciptakan berbagai aplikasi yang digunakan oleh jutaan pengguna Samsung di Indonesia, seperti:

1. Samsung Gift Indonesia – aplikasi loyalitas pelanggan
2. ⁠Salaam – aplikasi islami untuk pengguna Muslim
3. ⁠S-Lime – solusi produktivitas
4. ⁠Samsung Pay – sistem pembayaran digital yang praktis

Selain itu, SRIN juga berperan dalam pengembangan Galaxy AI dengan menghadirkan dukungan berbahasa Indonesia, memungkinkan pengguna memanfaatkan fitur kecerdasan buatan Samsung dengan lebih optimal.

Menariknya, pengembangan inovasi di SRIN melibatkan proses knowledge transfer antara insinyur Indonesia dengan para ahli dari Samsung Research di Korea Selatan dan berbagai negara lainnya. Hal ini membuka peluang bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan keahlian mereka di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *