Samarinda – Topkaltim.com – Persoalan kelebihan penghuni di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda kembali mencuat ke permukaan setelah mendapat perhatian langsung dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Kondisi yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran ini disebut berpotensi mengganggu sistem pembinaan narapidana.
Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, melakukan inspeksi mendadak ke lapas tersebut pada Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus menyerap berbagai persoalan yang terjadi.
Dalam peninjauan tersebut, Andi Sofyan turut didampingi anggota DPD RI dari Kalimantan Selatan, Muhammad Hidayatullah, serta Kepala Lapas Samarinda, Yohanis Varianto. Mereka menyusuri area dalam lapas, mulai dari blok hunian hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dari hasil pemantauan, terlihat jelas tingkat kepadatan yang tinggi di dalam ruang tahanan. Jumlah penghuni yang tidak sebanding dengan kapasitas membuat ruang gerak menjadi sangat terbatas.
Andi Sofyan menilai situasi tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menegaskan bahwa kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari sisi keamanan maupun pembinaan.
Menurutnya, fungsi lembaga pemasyarakatan seharusnya berfokus pada pembinaan, bukan sekadar penahanan. Namun, dengan kondisi yang terlalu padat, proses tersebut menjadi sulit dijalankan secara maksimal.
Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan lingkungan yang layak bagi warga binaan. Hal ini dinilai krusial agar mereka dapat menjalani proses pembinaan dengan baik dan memiliki peluang untuk berubah saat kembali ke masyarakat.












