Ridwan juga turut mengancam, apabila tuntunannya tidak terealisasikan maka pihaknya siap menuju Kota Makkasar untuk menuntut PT. Pelindo 4 Regional.
“Karena pusatnya Samarinda ada di Kota Makassar, jadi kita akan menuju ke Makassar untuk meminta pihak mereka agar bisa mendesak Pelindo Samarinda untuk mengeluarkan transparansi yang di inginkan,” ungkap Ridwan.
“Bahkan tak segan-segan, kita juga minta untuk mencopot GM PT. Pelindo Samarinda apabila tidak ada hasil dari aksi unjuk rasa hari ini,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, ada 7 tuntutan yang di bawah oleh aliansi Muda Maritim Provinsi Kaltim dalam aksi unjuk rasa tersebut, tuntunannya terdiri dari:
1.) Transparasi pengelolaan pemanduan jembatan mahkota 2 antara pelindo dan Perusda Varia Niaga.
2.) Transpirasi pengelolaan pemanduan jembatan Mahakam dan Mahulu antara antara Pelindo dan Perusda Melati Bakti Satya
3.) Transparansi pengelolaan pemaduan dan penundaan jembatan Tenggarong antara Pelindo dan Perusda Tunggang Parangan
4.) Transparansi pengelolaan pemaduan dan penundaan Jembatan Ing Martadipura dan Perusda Tunggang Parangan
5.) Mendesak PT. Pelindo IV untuk membuka surat kerja sama secara terbuka kepada publik.
6.) Apabila tuntutan kami tidak terpenuhi, maka kami meminta PT. Pelindo Regional IV Untuk Mencopot GM PT. Pelindo IV Samarinda
7.) Meminta polisi daerah (POLDA) dan kejaksaan tinggi (KEJATI) Kalimantan Timur untuk melakukan investigasi dan penyelidikan pengelolaan dan pemanduan dan penundaan Jembatan Mahkota 2, Jembatan Mahakam, Mahulu serta dua jembatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang melibatkan Perusda Varia Niaga, Perusda MBS, dan Perusda Tunggang Parangan.












