Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Samarinda Perketat Antisipasi Karhutla

Suhu Capai 34 Derajat, BPBD Kerahkan Seluruh Kekuatan dan Ajak Masyarakat Terlibat

Samarinda – Topkaltim.com Memasuki awal musim kemarau 2026, Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mengintensifkan langkah mitigasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang, dengan suhu udara yang cenderung lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa kondisi cuaca panas bahkan telah terasa lebih awal, menjadi sinyal penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ia menilai, kenaikan suhu yang terjadi sejak sebelum April menjadi indikator awal yang tidak bisa diabaikan, mengingat dampaknya terhadap meningkatnya potensi kebakaran di lahan kering.

Sejumlah insiden kebakaran skala kecil yang mulai bermunculan di beberapa titik wilayah Samarinda turut memperkuat indikasi tersebut.

Meski masih dalam kategori ringan, kejadian tersebut dinilai sebagai peringatan dini atas potensi karhutla yang bisa meluas apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Samarinda telah mengaktifkan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD tingkat provinsi, serta jaringan relawan kebencanaan di tingkat kelurahan.

Kesiapan personel dan peralatan menjadi fokus utama, guna memastikan respons cepat ketika terjadi kebakaran di lapangan.

Namun demikian, keterbatasan sumber air di sejumlah kawasan menjadi tantangan tersendiri, khususnya di wilayah dengan karakteristik lahan terbuka seperti padang ilalang dan semak kering.

Kondisi ini kerap memperlambat proses pemadaman, sehingga diperlukan langkah strategis seperti pembangunan embung sebagai sumber cadangan air.

Di sisi lain, BPBD juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, yang selama ini menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran besar.

Partisipasi masyarakat dinilai krusial, terutama dalam hal pelaporan dini apabila ditemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.

Laporan tersebut diharapkan disampaikan secara akurat kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) agar penanganan dapat dilakukan secara efektif.

Dari hasil pemetaan kerawanan, beberapa wilayah seperti Palaran, Sambutan, Sungai Kunjang, hingga Loa Janan masuk dalam kategori daerah rawan karhutla.

Wilayah tersebut kini menjadi fokus pengawasan dengan melibatkan relawan dan desa tangguh bencana (destana) sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan.

Selain ancaman kebakaran, suhu udara yang mencapai kisaran 34 derajat Celsius juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.

BPBD pun mengimbau warga untuk menjaga kondisi fisik, membatasi aktivitas di bawah terik matahari, serta memastikan kecukupan asupan cairan.

Di tengah kondisi kemarau, BMKG juga memprediksi masih terdapat peluang hujan dengan intensitas ringan, yang diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Melalui kesiapsiagaan yang diperkuat sejak dini, BPBD Samarinda optimistis potensi karhutla dapat ditekan, dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. ( DFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *