Misi Penyelamatan Tak Biasa: Tim Damkar Samarinda Berhasil Lepas Cincin di Alat Vital Pasien di IGD RSUD AW Sjahranie

Proses pemotongan cincin logam di alat vital. (Foto: IStimewa)

Tantangan besar segera dihadapi yaitu lokasi yang sensitif dan risiko cedera serius jika terjadi kesalahan sekecil apa pun.

Proses pelepasan cincin dimulai dengan koordinasi ketat antara tim medis dan petugas Disdamkar. Semua pihak terlibat memastikan pasien tetap dalam kondisi stabil selama prosedur berlangsung. Penggunaan alat pemotong logam memerlukan presisi tinggi dan fokus penuh.

“Kami harus bekerja dengan sangat hati-hati. Sedikit saja kesalahan bisa berakibat fatal bagi pasien,” jelas Fajar.

Selama kurang lebih 30 menit yang menegangkan, tim bekerja dengan penuh kehati-hatian. Beberapa staf medis yang penasaran turut menyaksikan proses tersebut, meski tetap menjaga profesionalisme dan suasana steril di ruang IGD.

Akhirnya, usaha keras itu membuahkan hasil. Cincin berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan cedera tambahan. Pasien pun tampak lega dan dapat beristirahat dengan lebih tenang.

Ketika ditanya tentang bagaimana cincin tersebut bisa sampai melilit di alat vital, Fajar memilih untuk tidak masuk ke detail. Dengan diplomatis, ia hanya memberikan pesan bijak kepada masyarakat.

“Mungkin ini bisa jadi pelajaran penting untuk kita semua. Kreativitas itu baik, tapi harus diimbangi dengan pertimbangan matang dan kesadaran akan risiko. Jangan menggunakan benda yang tidak sesuai fungsinya,” ucapnya.

Meski insiden ini berakhir dengan baik, misi penyelamatan tersebut menjadi cerita yang terus diperbincangkan, baik di kalangan tim medis maupun di markas Disdamkar Kota Samarinda. Beberapa rekan Fajar bahkan bergurau bahwa tim mereka kini pantas mendapatkan gelar sebagai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *