“Kami terus mempelajari bagaimana konsumen menggunakan smartphone mereka dan mengidentifikasi berbagai kasus penggunaan bersama mitra teknologi kami. Dengan begitu, kami dapat menghadirkan pengalaman terbaik yang benar-benar relevan bagi pengguna,” ujar Jay Kim.
Kolaborasi Samsung, Google, dan Qualcomm untuk AI yang Lebih Cerdas
Dalam ajang Galaxy AI Tech Forum yang berlangsung pada 23 Januari 2025, Samsung menggandeng para pemimpin industri, termasuk Google, Qualcomm, Symmetry Research, dan TECHnalysis, untuk membahas masa depan AI mobile.
Melalui kolaborasi ini, Samsung memastikan bahwa AI yang dikembangkan tidak hanya lebih pintar, tetapi juga lebih mudah diakses dan digunakan oleh semua orang.
“AI harus menjadi alat yang memudahkan kehidupan, bukan sekadar teknologi yang sulit diakses. Dengan pendekatan berbasis Large Language Model (LLM), kini AI bisa memahami bahasa manusia dengan lebih alami, tanpa harus bergantung pada perintah kaku,” ujar Sameer Samat, President of Android Ecosystem, Google.
Keamanan dan Privasi Jadi Fokus Utama
Meningkatnya penggunaan AI juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal privasi dan keamanan data. Oleh karena itu, Samsung menghadirkan pendekatan hybrid AI, yang menggabungkan on-device AI dan on-cloud AI.
Teknologi on-device AI memungkinkan pengguna mengakses AI secara langsung di perangkat tanpa bergantung pada koneksi internet, sehingga data tetap terjaga dengan lebih aman. Jika pada Galaxy S24 hanya tersedia enam fitur AI berbasis perangkat, kini Galaxy S25 menghadirkan sembilan fitur AI yang lebih canggih dan responsif.












