Kurikulum baru ini, lanjutnya, telah diselaraskan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2004, sehingga memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.
Dr. Akhmad Sopian, Wakil Rektor Bidang Umum, SDM, dan Keuangan UWGM, menambahkan bahwa rekonstruksi ini juga bertujuan meningkatkan akreditasi program studi Administrasi Publik.
“Perubahan dilakukan pada profil lulusan, capaian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran semester, demi mencapai target akreditasi ‘Baik Sekali’,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Puji Astuti berharap kurikulum ini mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi era digital dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Lulusan administrasi publik harus menjadi solusi atas tantangan pelayanan publik masa depan, sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa UWGM Samarinda adalah perguruan tinggi yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan global.
Dengan kurikulum yang diperbarui, UWGM optimis mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.












