Berbekal Intuisi, Petugas BRI Sukses Bongkar Pabrik Uang Palsu di Kampus UIN Makassar

Uang Palsu. (Foto: Istimewa)

Penggeledahan di rumah kos AH membuahkan hasil yang mengejutkan. Polisi menemukan sejumlah besar uang palsu pecahan Rp100.000 senilai Rp446.700.000 yang siap edar. Selain itu, berbagai alat cetak, tinta, dan bahan lain untuk memproduksi uang palsu juga disita sebagai barang bukti.

Lebih lanjut, polisi berhasil melacak lokasi pabrik utama yang digunakan untuk mencetak uang palsu. Lokasinya berada di lantai tiga perpustakaan Kampus 2 UIN Alauddin di Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu. Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa sindikat ini memiliki jaringan yang luas dan rapi.

Dalam proses interogasi, AH mengungkapkan bahwa dirinya adalah mahasiswa program doktoral di UIN Alauddin Makassar.

Ia mengaku mempelajari teknik pembuatan uang palsu secara otodidak melalui berbagai sumber di internet. AH juga mengakui bahwa aksinya telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, dengan target distribusi di wilayah Sulawesi Selatan.

Pihak kepolisian menduga bahwa AH tidak bekerja sendiri. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk staf UIN Alauddin yang sebelumnya disebut-sebut terlibat dalam sindikat ini.

Pihak UIN Alauddin Makassar dengan cepat merespons kabar ini. Rektor UIN Alauddin mengonfirmasi bahwa AH adalah mahasiswa aktif di program doktoral. Dalam pernyataannya, rektor menegaskan bahwa pihak kampus akan memberikan sanksi akademis tegas kepada AH jika terbukti bersalah di pengadilan.

Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya peredaran uang palsu yang dapat merusak stabilitas ekonomi. Peredaran uang palsu tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengancam kepercayaan publik terhadap sistem keuangan negara. Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara perbankan, kepolisian, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *