Samarinda, TopKaltim.com – Generasi Muda Sriwijaya (GMS) Kota Samarinda memberikan sorotan tajam terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang balita perempuan berusia dua tahun di Balikpapan. Korban yang merupakan seorang anak perantauan, diduga menjadi sasaran tindak kekerasan seksual oleh seorang pemilik kos.
Kejadian ini menggugah empati GMS Samarinda, yang merasakan ikatan kuat dengan keluarga korban yang berasal dari luar daerah.
Ketua GMS Samarinda, Virdy Kurniawan, menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden tragis ini. “Korban adalah sesama perantauan seperti kami. Kami merasa sangat terpukul dan mengutuk keras perbuatan amoral ini. Seharusnya, orang dewasa, terutama yang memiliki peran sebagai pelindung, justru menjadi pelaku kekerasan terhadap anak,” ujar Virdy dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini menunjukkan adanya kelalaian perlindungan terhadap anak-anak yang menjadi perantauan, sehingga kejadian tersebut semakin menambah rasa keprihatinan bagi masyarakat setempat.
Virdy yang juga seorang dokter mengungkapkan bahwa sebagai sesama perantau, dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban yang sedang mengalami musibah ini.
“Sebagai sesama perantau, kita memiliki ikatan yang kuat, terutama dalam situasi sulit seperti ini. Paguyuban kami, sesuai dengan tagline kami ‘Di rantau kita pacak’, artinya kami siap memberikan bantuan serta dukungan bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Virdy.
Selain itu, Virdy mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Kalimantan Timur (DPW IKABES Kaltim), yang telah mengambil inisiatif untuk memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga korban.












