Samarinda, TopKaltim.com – Samarinda digemparkan oleh peristiwa pembunuhan tragis yang terjadi pada Kamis (19/12) sore di kawasan Harapan Baru.
Korban, Syahrianor alias Aluh (45), yang bekerja sebagai penjaga malam di galangan kapal, tewas mengenaskan akibat serangan senjata tajam oleh Iwan Sidik (54) dan anaknya, Sayid Alwi (20).
Insiden berdarah ini, menurut keterangan polisi, dipicu oleh persoalan sepele yang melibatkan mabuk minuman keras hingga ketersinggungan.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, kejadian bermula pada Rabu (18/12). Ana Mardiana (40), istri korban Aluh, sedang minum minuman keras bersama teman-temannya di rumah tetangganya, Sayid Alwi. Alwi, yang sedang bertengkar dengan istrinya, merasa terganggu dengan situasi di rumahnya.
Cekcok pun terjadi hingga Ana memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan mengajak suaminya, Aluh, melanjutkan pesta miras di rumah. Saat itu, Aluh sempat mendatangi rumah Alwi dan menegur agar pertengkaran tidak terdengar oleh tetangga. Namun, teguran tersebut tidak diterima dengan baik oleh Alwi yang merasa tersinggung. Ketegangan antara keduanya berhasil diredam oleh Ana pada malam itu.
Ketegangan kembali memuncak pada Kamis (19/12) sore, sekitar pukul 16.30 WITA. Ana yang berada di rumah melihat Aluh dan Alwi kembali terlibat adu mulut. Dalam situasi tersebut, Alwi terlihat mengacungkan celurit sambil memanggil ayahnya, Iwan Sidik, untuk turun tangan. Tak lama kemudian, Iwan datang membawa parang, dan keduanya langsung menyerang Aluh.












