Ancaman dan Trauma yang Dialami seiring dengan upaya mencari keadilan, sang ibu mengungkapkan bahwa ia menerima ancaman dari pihak yang diduga sebagai pelaku.
Ancaman tersebut semakin membuatnya merasa tidak aman, terutama karena statusnya sebagai pendatang di Balikpapan.
“Saya diancam karena saya pendatang (dari Palembang). Diduga pelaku merasa dirinya orang Balikpapan asli,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Sementara itu, sang anak mengalami trauma mendalam dan enggan keluar rumah. Ketakutan yang dirasakan balita ini menjadi bukti nyata dampak psikologis dari kejadian yang dialaminya.
Respons Polda Kaltim
Viralnya kasus ini akhirnya menarik perhatian Polda Kalimantan Timur. Melalui akun resmi Instagram @poldakaltim, pihak kepolisian memastikan bahwa kasus ini telah diterima dan tengah dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Halo sobat Polri, salam presisi. Kasus tersebut sudah diterima laporannya oleh Krimum Polda Kaltim dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” tulis akun resmi Polda Kaltim.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan prosedur dan berkomitmen untuk menindak tegas pihak yang terbukti bersalah. (REN)












